1. Sinyal Analog vs Sinyal Digital
1.1 Sinyal Analog
Sinyal analog adalah sinyal yang bersifat kontinu — artinya nilainya dapat berubah secara mulus tanpa lompatan, merepresentasikan besaran fisik dari dunia nyata seperti suhu, cahaya, suara, dan tekanan.
Karakteristik sinyal analog:
- Nilainya dapat berupa semua nilai real dalam suatu rentang
- Sensitif terhadap noise (gangguan elektromagnetik, panas, dll.)
- Berinteraksi langsung dengan dunia nyata (sensor, mikrofon, fotodioda)

1.2 Sinyal Digital
Sinyal digital adalah sinyal yang bersifat diskrit — nilainya hanya dapat berupa dua kondisi: HIGH (1) atau LOW (0), biasanya berbentuk square wave.
Karakteristik sinyal digital:
- Hanya memiliki dua nilai: 0 dan 1 (LOW dan HIGH)
- Hampir kebal terhadap noise
- Digunakan dalam transmisi data dan pemrosesan di dalam perangkat elektronik
- Menggunakan energi lebih sedikit

1.3 Perbandingan Analog dan Digital
| Aspek | Sinyal Analog | Sinyal Digital |
|---|---|---|
| Sifat | Kontinu | Diskrit |
| Nilai | Semua nilai real | 0 atau 1 |
| Ketahanan noise | Rendah | Sangat tinggi |
| Kegunaan utama | Sensor, aktuator dunia nyata | Pemrosesan data, komputasi |
| Contoh | Suara mikrofon, output LDR, suhu sensor | Data serial, sinyal clock, PWM |
| Konsumsi energi | Relatif lebih besar | Lebih efisien |
Keduanya saling melengkapi: sinyal analog menangkap fenomena dunia nyata dengan akurat, lalu dikonversikan ke digital agar dapat diproses oleh komputer/mikrokontroler.
No comments to display
No comments to display