Skip to main content

3. Mengapa ADC Dibutuhkan dalam Embedded System?

3. Mengapa ADC Dibutuhkan dalam Embedded System?

image

Dunia nyata bersifat analog — semua fenomena fisik (suhu, cahaya, suara, tekanan, kelembaban) adalah sinyal kontinu. Namun, mikrokontroler dan komputer hanya dapat memproses informasi dalam bentuk digital (0 dan 1).

ADC berperan sebagai jembatan antara dunia fisik dan dunia digital:

  1. Sensor menghasilkan sinyal analog → Misalnya LDR menghasilkan tegangan yang berubah sesuai intensitas cahaya.
  2. Mikrokontroler hanya paham angka digital → Tanpa ADC, mikrokontroler tidak bisa "membaca" nilai tegangan tersebut.
  3. ADC mengkonversi → Tegangan analog 0–5V diubah menjadi angka 0–1023 (untuk 10-bit ADC).
  4. Program dapat memproses hasilnya → Misalnya: jika nilai ADC < 500, nyalakan LED.

Contoh penggunaan ADC dalam kehidupan sehari-hari:

  • Membaca nilai sensor suhu (LM35) → konversi ke derajat Celsius
  • Membaca intensitas cahaya (LDR) → kontrol kecerahan layar otomatis
  • Membaca potensiometer → kontrol volume audio
  • Perekaman suara (mikrofon) → digitalisasi audio
  • Pengukuran baterai → menampilkan persentase daya