5. Parameter Penting ADC pada ATmega328p
5.1 Tegangan Referensi (Vref)
Tegangan Referensi (Vref) adalah tegangan maksimum yang menjadi acuan skala penuh pada proses konversi ADC. Vref menentukan rentang tegangan input yang dapat dibaca oleh ADC.
Pada ATmega328p, terdapat tiga pilihan sumber tegangan referensi:
| REFS1 | REFS0 | Sumber Vref | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 0 | 0 | AREF pin | Menggunakan tegangan eksternal yang dihubungkan ke pin AREF |
| 0 | 1 | AVcc | Menggunakan tegangan supply (VCC), biasanya 5V |
| 1 | 0 | (tidak digunakan) | — |
| 1 | 1 | Internal 2.56V | Menggunakan tegangan referensi internal tetap 2.56V, mengabaikan VCC |

Pengaruh Vref terhadap resolusi efektif:
| Vref | Resolusi per step |
|---|---|
| 5V (AVcc) | 5V / 1024 ≈ 4.88 mV per langkah |
| 2.56V (Internal) | 2.56V / 1024 ≈ 2.5 mV per langkah |
Semakin kecil Vref, semakin halus resolusi — namun rentang input yang bisa dibaca juga lebih kecil.
5.2 Prescaler
Prescaler adalah pembagi frekuensi clock yang menentukan kecepatan ADC clock dari clock utama sistem (F_CPU). ADC membutuhkan clock dalam rentang 50 kHz – 200 kHz untuk hasil yang akurat.
Pada ATmega328p (F_CPU = 16 MHz), pilihan prescaler dikonfigurasi melalui bit ADPS2:ADPS0 di register ADCSRA:
| ADPS2 | ADPS1 | ADPS0 | Pembagi | ADC Clock (pada 16 MHz) |
|---|---|---|---|---|
| 0 | 0 | 0 | CLK/2 | 8 MHz |
| 0 | 0 | 1 | CLK/2 | 8 MHz |
| 0 | 1 | 0 | CLK/4 | 4 MHz |
| 0 | 1 | 1 | CLK/8 | 2 MHz |
| 1 | 0 | 0 | CLK/16 | 1 MHz |
| 1 | 0 | 1 | CLK/32 | 500 kHz |
| 1 | 1 | 0 | CLK/64 | 250 kHz |
| 1 | 1 | 1 | CLK/128 | 125 kHz ✅ (paling akurat) |
Catatan: ADC clock yang direkomendasikan adalah antara 50 kHz–200 kHz. Prescaler CLK/128 pada 16 MHz menghasilkan 125 kHz — berada di dalam rentang optimal.
5.3 Conversion Rate
Conversion Rate (kecepatan konversi) adalah jumlah konversi ADC yang dapat dilakukan per detik. Nilainya bergantung pada ADC clock dan jumlah siklus clock per konversi.
Pada ATmega328p:
- Satu konversi ADC membutuhkan 13 siklus ADC clock (kecuali konversi pertama setelah enable = 25 siklus)
- Conversion Rate = ADC Clock / 13
| Prescaler | ADC Clock | Conversion Rate |
|---|---|---|
| CLK/64 | 250 kHz | ≈ 19.2 kSPS |
| CLK/128 | 125 kHz | ≈ 9.6 kSPS |
kSPS = kilo Samples Per Second (ribu sampel per detik)
5.4 Pengaruh Vref, Prescaler, dan Conversion Rate terhadap Akurasi
Ketiga parameter ini saling berkaitan dalam menentukan kualitas hasil konversi ADC, baik dari sisi resolusi, akurasi, maupun kemampuan mengikuti perubahan sinyal.
| Parameter | Nilai Lebih Kecil | Nilai Lebih Besar |
|---|---|---|
| Vref | Resolusi lebih halus (LSB kecil), tetapi rentang input terbatas | Rentang input lebih luas, tetapi resolusi lebih kasar (LSB besar) |
| Prescaler (pembagi) | Frekuensi ADC tinggi → risiko ketidakakuratan jika melebihi batas spesifikasi | Frekuensi ADC lebih rendah → operasi lebih stabil jika berada dalam rentang optimal (50–200 kHz) |
| Conversion Rate | Sampling jarang → berisiko kehilangan informasi (aliasing) | Sampling lebih sering → mampu mengikuti perubahan sinyal dengan lebih baik |
Kesimpulan:
- Vref menentukan trade-off antara resolusi dan rentang pengukuran.
- Prescaler harus dipilih agar frekuensi ADC berada dalam rentang optimal untuk menjaga akurasi.
- Conversion rate harus cukup tinggi (≥ 2× frekuensi sinyal, sesuai Teorema Nyquist yang akan kalian pelajari pada praktikum Telekomunikasi semester 5) agar sinyal dapat direpresentasikan dengan baik.
No comments to display
No comments to display